Selasa, 14 Mei 2013

Munajah Hati

subuh telah membawa pagi
lampu-lampu dan lentera telah menyala lagi ...
dengkuran-dengkuran manusia telah berganti pujian untukMu
tak ada cinta yang ingin kuingat selain rasa cintaku padaMu
karena Engkaulah sejatinya pemilik cinta
dan Engkaulah hakikinya cinta
padaMu akhirnya semua cinta bermuara
cinta pada manusia pastilah ada ujungnya
tapi cinta padaMu pasti tak berujung ...
cinta pada manusia pasti seringkali salah
tapi cinta padaMu siapa yang mau menyalahkan ..
aku tak mau lagi berkeluh kesah
aku tak mau lagi gundah & resah
aku tak mau merasa takut lagi ...
hanya karena cinta yang sejatinya belum masanya kuterima
biarkan bunga-bunga yang menebar harumnya itu layu
baunya sungguh melenakan, tapi aku tak ingin terlena lagi ...
karena nurani tak begitu yakin itu harum cinta, mungkin hanya goda ,,
aku ingin Kau yang akan membawaku, bukan nafsuku
membawa pada bunga biru yang menebar harumnya untukMu
agar aku tak merasa menduakanMu ...
Kau adalah obor dalam gelapku ... Kau adalah siang dari malamku ...
Kau adalah petunjuk dalam ketersesatanku ..
Tuntunlah aku agar tak salah jalan ..
bentangkanlah di dadaku luaskanlah samudra kesabaran ...
peluklah aku dikala jiwaku lelah & lemah ...
bawalah aku menemui wajah kekasihku ..
kekasihku yang selalu mencintaiMu ...
Selengkapnya »»  

Kamis, 10 Januari 2013

Puisi Pramugari Merpati untuk Bayi Annisa

Foto setelah persalinan
Masih ingat kan tentang peristiwa persalinan darurat di dalam pesawat Merpati yang dibantu oleh beberapa Pramugari cantik?? Oke, anggap saja masih ingat coz pas saya posting ini beritanya masih hangat. hehe
Singkat cerita bayi itu berhasil dikeluarkan dari Rahim Ibunya (Harmani (33) ), namun malang setelah dirawat di rumah sakit akhirnya sang bayi yang diberi nama Annisa Laila Juwita Sari Merpati (gabungan nama Pramugari ) meninggal. Salah satu pramugari yang membantu persalinan itu mengabadikan peristiwa itu dalam sebuah puisi yang indah, mungkin ini bisa membuat para ibu menangis. Beginilah syair yang dituliskan Sherly Juwita, pramugari yang dimaksud :

Nak ...

Di ketinggian 32.000 kaki kita bertemu
Sentuhan lembut dari kulit berumur detik
Lemah, tak berdaya
Isak pertamamu nak, begitu halus ...

Kudekap dirimu dengan dekapan hangat
Berharap terganti pelukan ibumu
Kujaga dirimu dengan sepenuh jiwaku
berharap cinta dan doa kami bisa menghangatkan tubuhmu

Lihat nak ...
Menangislah nak ...
Tunjukkan pada kami, doa dan usaha kami tidak sia sia

Nak ...
Kau beri kami kegembiraan dalam keharuan
Kau menggeliat, menangis, matamu terbuka

Lihat, di atas ketinggian 32.000 kaki ...
Semua orang di sini menyelimutimu dengan doa
Menghangatkanmu dengan cinta kasih
Kami sebut Annisa Laila Juwita Sari Merpati
Prasasti bagi kami
Berharap pengikat silaturrahmi

Namun ...
Kini kau telah pergi, jauh,
Jauh lebih tinggi dari sekadar 32.000 kaki
Menghadap Sang Pencipta

Selamat jalan nak ...
28 jam kehidupanmu memberi banyak bagi kami
Kau bawakan kami, makna cinta kasih dan ketulusan
Tidurlah nak ...

Tidurlah dengan damai
Tidurlah dalam dekapan Sang Maha Rahiim
Bunda sayang kamu ...



Sherly Juwita

Selengkapnya »»  

Kamis, 27 Desember 2012

Ketika Aku Sendiri

Aku kesepian, ketika aku sendiri
Aku kesepian ketika kau tak di sini, sedangkan kau tak pernah pergi dari lubuk hati
Aku kesepian ketika sesaat lalu kau beranjak pulang, sedangkan suaramu kau tinggalkan di fikiranku
Aku kesepian ketika kau di sana bernyanyi tapi telingaku tuli di sini
Aku kesepian di setiap pagi, sedangkan wajahmu yang pertama kuingat saat aku terjaga
Aku kesepian di setiap langkahan kaki, karena kau yang sejengkal mata tak pernah bisa kudatangi
Semua tentangmu terlelap, terwujud menjadi mimpi

Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena kau telah pergi
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena para adam di sana mengejarmu
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena hatiku remuk dibuat mereka
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena rasa iriku yang merasa gagal membahagiakanmu
Aku tak mungkin mencelamu, hanya karena kau yang paling menyakitiku
Rasa sakit yang kau buat ini, adalah perwujudkan betapa aku sangat mengasihimu
Kau tak mungkin kucela, kau tak mungkin kusesalkan
Kalau nyatanya kau adalah kebahagiaan yang selalu kuharapkan
Kalau nyatanya dulu kala itu kau satu-satunya yang memberiku kebahagiaan yang berbeda

Aku bahagia, ketika aku mengingat bangku kayu di depan itu
Tempat biasanya kita bicara hal-hal yang mungkin tidak begitu penting buatmu
Karena begitu bodohnya aku tak bisa berkata-kata yang sedikit romantis
Tapi di situ aku bisa melihat kau yang bagiku sangat konyol
Sungguh aku ingin tertawa jika mengingatnya ...
Aku bahagia, ketika mengingat itu semua ..
Dan aku juga sangat bahagia jika bayanganmu datang menyapaku di setiap hari
Membuat suasana hujan ini menjadi begitu hangat ...
Membuat aku begitu merindu ...
Dan taukah kau apa yang kurasakan saat-saat mengingat masa bahagia itu ???
Aku semakin Kesepian


Selengkapnya »»  

Sabtu, 22 Desember 2012

Aku Menyebutmu Ibu



Ibu, Apa kabar ibu?? Semoga Tuhan senantiasa menjaga Engkau saat aku tak bisa di sisimu. Tuhan tau aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Walaupun mungkin aku anak yang susah diatur, tapi benar ibu, aku tak pernah luput mendo’akanmu. Aku selalu memohon Tuhan memberimu umur yang panjang & banyak barokahnya. Lalu kuselipkan do’a untukku sendiri semoga aku kelak bisa membuatmu hidup layak dan bahagia. Aku tak tau bagaimana sakitnya engkau saat melahirkanku. Ibu, aku sungguh bahagia dilahirkan dari rahim wanita penyabar sepertimu. Yang tak lelah menimangku saat tangisanku mengganggu tetangga-tetangga yang sedang tidur, yang tak mengeluh saat aku terbangun  tengah malam mengganggu tidurmu sampai akhirnya kata sayang dan tangan hangatmu melelapkanku kembali. Hangat kasihmu tiada duanya ibu.

Ibu, anakmu yang dulu tak bisa lepas dari pelukanmu kini sudah tak bisa lagi menemanimu, membantumu di sawah kita, memungut kayu bakar atau mengambilkan air seperti dulu lagi. Waktu telah menggiringku ke tempat-tempat asing untuk mencari kehidupan yang baik, tapi itu kulakukan demi engkau ibu. Aku sangat ingin membuatmu senang. Aku bahagia saat senyummu mengambang di depan pintu ketika aku pulang, lalu kuceritakan kisah-kisahku di sini, dan kupersembahkan apa yang bisa kuberikan untukmu. Lalu biasanya aku tertidur, bukan karena aku lelah, tapi sungguh damai terlelap setelah melihat sesungging senyummu ibu.
Ibu, Aku selalu percaya, do’amu juga tak pernah berhenti untukku. Dan aku yakin do’a kita bertemu di suatu tempat & suatu saat pasti akan menjadi nyata. Aamiin.
Aku menyebutmu ibu, karena kau yang bertaruh nyawa melahirkanku.
Aku menyebutmu ibu, karena kau yang member kasih saying untukku tanpa keluh kesah.
Aku menyebutmu ibu, karena kau orang yang paling khawatir saat tubuhku tak seprti biasa.
Aku menyebutmu ibu, karena kau yang paling mengerti tanpa aku harus berkata.
Aku menyebutmu ibu karena kau malaikat yang selalu menjagaku dari panasnya terik matahari & dinginnya hujan.
Aku menyebutmu ibu, karena kau harta paling berharga dalam kehidupanku.
Sejauh apapun aku pergi, sebanyak apapun aku mengenal manusia, sebanyak apapun harta yang kudapat, ibuku tetaplah satu.
Aku sadar ibu, nyawaku pun takkan bisa mengganti jasa & kasih sayangmu kepadaku. Betapa Tinnginya derajatmu di hadapan Tuhan.
Ibu, tenanglah terimakasih untuk selama ini, kau adalah ibu terbaik di dunia ini. Biarlah Tuhan anugerahkan rasa Rindu ini sebagai pengingat kita, sejatinya hati kita tak pernah berpisah. Inginku saat ini hanya membahagiakanmu, Cuma itu. Baik-baik di rumah, tak lama lagi anakmu akan pulang. Bayangkanlah aku menjabat & mencium tanganmu. Selamat hari Ibu. Allohummaghfirlii Dzunubii, waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani soghiiroo.aamiin.
Selengkapnya »»  

Minggu, 09 Desember 2012

Pesan Ali bin Abi Thalib R.A.

Ali bin Abi Thalib R.A. adalah gudangnya ilmu setelah Nabi Muhammad SAW. Dia adalah Khulafaur Rasyidin yang juga paling saya kagumi selain Khalifah Umar bin Khattab, mereka adalah laki-laki sejati. Diantara pesan Ali bin Abi Thalib RA yang paling menusuk menurut saya adalah apa yang akan saya tulis di bawah ini, semoga menjadi renungan untuk kita semua .. aamiin.

Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan, keimanan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam perbuatan …
Banyak orang yang baik tapi tak berakal, ada orang yang berakal tapi tak beriman …
Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk tapi sibuk dalam kesendirian …
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi …
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan ada yang menangis karena kufur nikmat …
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut …
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pelacur yang tampil jadi figur …
Ada orang yang punya ilmu tapi tak faham, ada yang faham tapi tak menjalankan …
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tahu diri …
Ada orang beragama tapi tak berakhlak, ada yang berakhlak tapi tak bertuhan …
Lalu di antara semua itu, dimanakah aku berada … ??

ALI BIN ABI THALIB, RA
Selengkapnya »»  

Senin, 01 Oktober 2012

Paragraf Tentang Ayah

Sebuah Kata berjuta Makna, Rangkaian kata yang kini  benar-benar hanya  sebuah Cerita. Karena  jauhnya dia pergi meninggalkanku, dan tak mungkin kembali, dan dekatnya hati tak mampu mempertemukan kita lagi, Ayah.

Kamis, 17 September 2007. Hari itu cerah, pohon-pohon diam seperti tidur, anginpun sepertinya enggan berbisik-bisik, saat itu petang menjelang maghrib. Pada Hari itulah Malaikat itu bertamu ke rumahku untuk menjemput Ayahku, bertepatan dengan malam Jum'at. Rumahku sangat ramai kala itu, dikerumuni warga yang memang sejak pagi datang silih berganti menjenguk ayahku yang sakit, lemah tak berdaya. Masih jelas di memoriku, hari itu adalah hari Ulang Tahun adikku & juga hari dimana kami seharusnya berbuka puasa bersama untuk pertama kalinya karena hari itu juga hari pertama kami melaksanakan ibadah puasa ramadhan tapi kami merayakannya dengan isak tangis yang menggebu-nggebu, tak pernah aku menangis seperti itu. Aku juga ingat, saat ayah menghembuskan nafas-nafas terakhirnya aku sedang terhanyut membaca ayat-ayat Yaasiin dengan derai air mata, aku tertunduk tak kuasa menahan tangis, tak kuasa aku menatap ibu & adik-adik kecilku memeluk dan menciumi ayah dengan rasa duka, mereka menangis sejadinya. Tak sanggup aku selesaikan Ayat Yaasiin itu, akupun sudah tak kuat lagi menahan sesak di hati. Kakiku yang bersila benar-benar tak mampu kugerakkan lagi, aku seperti patung yang menangis, Surat Yaasiin yang basah dengan air mata itu juga tak mampu kulepas dari tanganku, seluruh tubuhku kaku. Hanya mataku yang saat itu berisyarat, kawan-kawan di sampingku mengusap-ngusap pundakku, "sabar, mungkin ini yang terbaik" begitulah mereka berkata. Tapi ragaku masih kaku, benar-benar tak bisa bergerak lagi, hingga orang-orang membopongku masuk ke dalam kamar ibu, benar-benar aku lemah tak berdaya. Semalam itu aku habiskan untuk mendampingi jenazah ayah di ruang tamu. Dalam Hati ada kata yang tak pernah berhenti berucap "Ayah, Maafkan anakmu".

Pagi harinya, aku bergegas bersama kawan-kawan dan tetangga-tetanggaku membantu untuk membuat Keranda Jenazah untuk ayah, sambil menahan sedih di depan mereka, aku yang biasa bicara dan tertawa bersama mereka hanya bisa terdiam saat itu, benar-benar bisu. Tapi air mata & rasa sedih itu tak terbendung lagi saat jenazah ayah akan dibawa ke pemakaman. Aku berdiri di belakangnya sambil mendengarkan "pak kaum" bicara pada masyarakat tentang apapun yang perlu dikatakannya, ahli waris dan sebagainya. Sepanjang jalan ke pemakaman itu, aku benar-benar berjalan menangis dengan seorang kakak dan adikku yang saat itu seharusnya paling bahagia. Benar-benar  tragedi terperih yang baru pertama ku rasakan, seseorang yang tangguh, kuat yang selama ini menjadi pahlawanku hari itu dia tak berdaya, aku lihat dia dibaringkan di lubang makamnya, itulah terakhir kali aku lihat mukanya yang begitu pucat tak mengucapkan apapun padaku sebagai salam perpisahan.


Sekarang, 30 September 2012. Empat tahun sudah dia pergi. Tapi semua tentang dia, benar-benar tak pernah pergi. Sebersit ingatan muncul saat dia duduk diantara para orang tua, mengambil raport terakhir kelulusanku di bangku SMP, saat dia sebangku memakan bakso bersamaku, saat dia belikan sepeda untukku kayuh tiap pagi ke sekolah baruku, itulah saat-saat berkesan & terakhir kali sebelum dia akhirnya pergi.

Ayah, beginilah aku, mungkin belum bisa menjadi yang kau mau, tapi aku sudah bisa membantu ibu, mencukupi sekolah adik-adikku walaupun hidupku dalam tanggungan orang lain, tapi itulah yang membuatku tak pernah berhenti bersyukur. Dia seperti malaikat penolongku, dia tanggung biaya sekolahku, sampai sekarang aku duduk di bangku kuliah, sesuatu yang tak pernah terfikir sepeninggalmu, karena hatiku bertekad setelah lulus dari bangku SMA aku hanya akan bekerja menggantikanmu, menyelesaikan tanggunganmu yang kau tinggalkan, tapi harus ku syukuri semuanya karena ini adalah RencanaNya yang terbaik.

Ayah lihat aku sekarang, anak kesayanganmu ini sekarang sedang berusaha menggantikanmu, membuat bahagia istri juga anak-anakmu, pahit manis, lapar dan nikmatnya kenyang sudah kurasakan, membuatku merasakan perjuanganmu dulu saat kau mencari nafkah untukku, meminjam uang untuk sekedar membeli LKSku yang mahal.Benar-benar baru kurasakan betapa wajarnya jika dahulu kau sering marah melampiaskan semuanya padaku.


Tahukah kau Ayah, adik kandungku yang kau tinggalkan saat hari ulang tahunnya?  dia baru saja lulus dari bangku SMAnya, dan sekarang dia sudah bekerja di sebuah Restoran di Jakarta. Masih kusimpan SMSnya "Gaji pertamaku akan kukirim untuk ibu", begitu katanya. Semangatmu mungkin kau titipkan padaku, tapi sifatmu kau berikan padanya, adikku yang kau tinggalkan. Kini lihatlah kami membahagiakan ibu, kami takkan bercerai berai, akan kami ciptakan persaudaraan yang abadi.

Sampai di sini, aku tak tau kenapa kuceritakan mereka padamu, apakah kau mendengar? apakah kau mengerti, apakah kau merasa??


Aku memanggil namamu tapi kau tak menghiraukanku
Aku menangisimu dan kau tak bisa lagi menyeka air mataku
Aku merindukanmu dan kau pun tak pernah lagi datang padaku
Dulu aku pernah berjanji dalam hati
Untuk memberimu sesuatu yang berharga
Untuk sedikit membuatmu bahagia
Tapi kenapa kau malah pergi
Apa yang bisa kuberikan untukmu sekarang
Apa yang bisa kulakukan untuk menemanimu  ..
Hanya Do'a yang bisa kulantunkan
Do'a itu yang akan menyelimutimu ...
Bermimpilah tentang kami Ayah
Semoga kita berjumpa lagi ...

Allohummaghfirlii Dzunuubii Waliwaalidayya warhamhuma Kamaa Robbayaani Saghiiroo ...









Selengkapnya »»  

Sabtu, 28 Juli 2012

Puisi Sepi

aku ingin mendengar setiap butir bicaramu
lembut dan menenangkan
hanya saja ...
waktu ...
tak selalu mempertemukan  ..
lewat do'a aku titipkan rindu
lewat sepi, kuhadirkan  riang tawamu saat-saat lalu
dan suaramu mengiang di telingaku

sepi ini, ungkapkan segala gundah di kedalaman hati
kenapa aku lemah
saat suaramu tak menghiasiku ...
melihat mawar yang indah pun terasa layu
dinda, seperti apakah perasaanmu
apakah sama seperti ini
kuharap tidak ... tersenyumlah.
biar aku s'lalu dengar kabar bahagia darimu

apa
apalagi yang bisa kujelaskan
selain kerinduan
hanya dengan kesetiaan kuikat rindu ini
agar menjadi indah nanti
saat waktu mempertemukan mata kita lagi ,..
mempertemukan rasa rindu dengan yang ia rindukan ..
jika tak begitu
apa yang bisa kulakukan ... ???
selain
melanjutkan puisi sepi ini ...
Selengkapnya »»  

Sabtu, 21 Juli 2012

NOAH Band - Separuh Aku

New PeterpanBand
Lagu ini adalah salah satu single jagoan album New Peterpan, sayangnya sebelum launching album, sang vokalis "Ariel" tersandung kasus Video Mesum  dan harus mendekam di Rutan Kebon Waru Bandung dan tinggal menghitung hari menuju tanggal 23 Juli 2012 menunggu kebebasan sang Vokalis. Apakah single jagoan ini bakal tetep diandelin setelah bocor di internet?? Entahlah, yang pasti Sahabat Peterpan termasuk saya juga merasa mendapat obat penawar rindu dengan jebolnya lagu ini, berikut Liriknya,

Noah Band - Separuh Aku

Dan terjadi lagi
Kisah lama yang terulang kembali
Kau terluka lagi
Dari cinta rumit yang kau jalani
Aku ingin
Selengkapnya »»  

Lupakan Kita

Selamat tinggal kasih
Selamat tinggal sayang
Semoga hidupmu s'lalu bahagia
Bersama dirinya pengganti diriku

Lupakanlah semua, Cerita cinta kita
Usahlah kau kenang begitu dalam
Karena semua tak akan kembali

Kuburlah kisah tentang diriku
Biarkan terhapus waktu
Kar'na percuma kita saling mencinta
Kalau akhirnya tak mungkin bersama
Kalau akhirnya Kau bersamanya ...

Selengkapnya »»  

Rabu, 18 Juli 2012

Ikatan Cinta

cintamu datang kepadaku
dengan sangat indah
sperti cahaya bintang yang membingkai gelapnya malam
seperti rintik hujan membasahi padang gersang
kau hiasi ruang gelapku dengan senyum ketulusanmu

tak terlupakan dahulu, saat kau mnjadi mimpi
saat tak letih
Selengkapnya »»  

Senin, 16 Juli 2012

Arief Pham Pham - Letih Menantimu

Bagaimana cara kalian agan-agan, mas bro, mbak sis, kalo lagi kena penyakit galo???
kalo saya sich kadang tidur, nyuci baju, becanda sama temen-temen and yang satu ini salah satunya, nyanyi-nyayi nyari inspirasi,,,hehe



maaf-maaf aja nich suaranya ga enak, wong saya bukan penyanyi kox, tap biar jelek ni lagu bikin sendiri  .. haha just sing.

Lirik :
Harus b'rapa lama aku menunggumu, menunggumu
Harus b'rapa lama aku menantimu, menantimu
Tak pernahkah kau fikirkan betapa letihnya aku di sini
Menunggu sebuah janji yang kau ucapkan saat kau pergi

Dan aku masih menunggumu kasih
Dan kini ku letih menantimu

Rasa sayang ini tak akan berarti
Tanpa ada balas darimu kekasih
Mungkin hati ini kan sabar menunggu
Tapi ku kan pergi jika kau tak peduli ...

Selengkapnya »»  

Minggu, 15 Juli 2012

Sampaikan Pesan Ummi pada Abimu

Ahmed putraku

Ummi tak tahu kenapa pagi ini kau bersikeras pergi ke pasar untuk belanja dapur kita, dimana biasanya Ummi yang melakukannya katamu, "Biar Ummi di rumah, Ummi mengaji saja di kamar biar Ahmed yang pergi ke pasar sekali ini saja."

Kau sangat
Selengkapnya »»  

Dengan ini, Kupinta Do'amu


Setiap kali aku melihatmu, aku menyadari
Bahwa ternyata wanita adalah ciptaan Tuhan yang hebat
Tak selemah yang orang-orang katakan ataupun yang dijelaskan dalam buku-buku

Setiap kali aku melihatmu, aku menyadari
bahwa wanita bukan makhluk yang selalu mengeluh dengan penderitaan hidupnya
ternyata wanita adalah sosok yang tangguh, yang bertindak tanpa banyak kata
Setiap kali aku melihatmu, aku mengagumi
Seperti matahari, yang setia memberi cahayanya ke seluruh penjuru bumi
tanpa mengharap cahayanya kembali, aku salut dengan ketulusanmu
Bahkan saat kami tak peduli, saat kami melupakanmu
Namaku tak pernah luput dari alunan do’a-do’amu
Memohon agar hidupku layak nanti

Maafkan aku ibu, jika sampai hari ini
Tak bisa ku melukis senyum terindah di bibirmu
Tak bisa menjadikanmu seperti ibu-ibu yang lain di dunia ini
Yang setiap hari berjalan dengan senyum bahagia dari anak-anaknya
Tapi aku berjanji padamu ibu
Pada waktunya nanti,
Akan tiba waktuku untuk memberimu kehidupan yang baik sebaik khayalanku
Aku yang kan membuat bibirmu tersenyum bangga
Aku ingin kau bahagia, aku ingin kita bahagia bersama …
Yang aku pinta sekarang, jangan letih mendo’akanku
Karena aku hidup dan berjalan dari do’a-do’amu
Jika bukan do’amu, dari siapa lagi aku meminta do’a termulia
Karena do’amu lah yang paling Tuhan dengarkan
Dengan ini, Kupinta Do’amu ... 
Selengkapnya »»