Minggu, 15 Juli 2012

Sampaikan Pesan Ummi pada Abimu

Ahmed putraku

Ummi tak tahu kenapa pagi ini kau bersikeras pergi ke pasar untuk belanja dapur kita, dimana biasanya Ummi yang melakukannya katamu, "Biar Ummi di rumah, Ummi mengaji saja di kamar biar Ahmed yang pergi ke pasar sekali ini saja."

Kau sangat
bersikeras Ahmed putraku. Ummi tak ada prasangka padamu lelaki kecilku yang dibanggakan Abimu juga aku, lalu kau pun pergi membawa keping logam tersisa untuk ditukar dengan apa saja sekedar hidup hari ini. Ummi lalu kembali larut dalam ayat Quran cinta kita kemudian mendadak suara langit menggelegar.

Pesawat dari neraka datang lagi, diikuti dentum keras terdengar serasa dekat di telinga Ummi. Lalu tiba-tiba saja Ummi merasa khawatir denganmu, lalu bergegas keluar rumah seperti para tetangga Ummi mencari tahu apa yang telah terjadi semua berlari ke arah pasar tempat kau pergi, Ahmed putraku.

Lalu ummi melihatmu terkapar di jalan diantara raga-raga tak bergerak lainnya, kau sekarat disana. Tanganmu saja yang bergerak.


Ahmed putraku,
Ummi spontan membopongmu mencari pertolongan. Di mulutmu hanya ada suara, suara yang sangat kita kenal "Allah! Allah! Allah! Allah!"

Lirih Lemah. Tapi menembus kuat hingga langit tertinggi dan Allah ternyata memberi cinta di pagi ini padamu, juga pada Ummi, lalu kubisikkan kata di telingamu, "Putraku tersayang, sampaikan pesan Ummi pada Abimu di syurga bahwa Ummi akan lanjutkan perjuangan kalian, Ummi akan teruskan perlawanan kalian. Selamat jalan Ahmed anakku terkasih. Selamat jalan syahidku cintaku. Ternyata Allah telah memanggilmu pagi ini. Biarkan Ummi menangis terakhir kalinya mengantarmu pergi ke taman kehidupan sebenarnya dimana Abimu menunggu di pintu gerbangNya. Tunggu Ummi ya nak, tunggu. Kita kelak akan bersama lagi seperti dulu. Laailahailallah Muhammadarrosulullah. Innalillahi wa innailaihirojiuuuwn."

Ditulis oleh "Arief Pham Pham"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar