Kamis, 12 September 2013

Bintang di Surga

Judul : Bintang di Surga
Cipt : Nazril Irham
Band : Peterpan



Masihku merasa angkuh
Terbangkan anganku jauh
Langit kan menangkapku
Walau kan terjatuh

Dan bila semua tercipta
Hanya untukku merasakan semua yang tercipta
Hampa hidup terasa


Lelah tetapku mencari
Hati untukku membagi
Menemani langkahku
Walau tak berarti


Bagai bintang di surga dan seluruh warna
Dan kasih yang setia dan cahaya nyata
Oh bintang di surga berikan cerita
Dan kasih yang setia dan cahaya nyata

#Syairnya menemaniku saat sendiri & sepi


Selengkapnya »»  

Kamis, 10 Januari 2013

Puisi Pramugari Merpati untuk Bayi Annisa

Foto setelah persalinan
Masih ingat kan tentang peristiwa persalinan darurat di dalam pesawat Merpati yang dibantu oleh beberapa Pramugari cantik?? Oke, anggap saja masih ingat coz pas saya posting ini beritanya masih hangat. hehe
Singkat cerita bayi itu berhasil dikeluarkan dari Rahim Ibunya (Harmani (33) ), namun malang setelah dirawat di rumah sakit akhirnya sang bayi yang diberi nama Annisa Laila Juwita Sari Merpati (gabungan nama Pramugari ) meninggal. Salah satu pramugari yang membantu persalinan itu mengabadikan peristiwa itu dalam sebuah puisi yang indah, mungkin ini bisa membuat para ibu menangis. Beginilah syair yang dituliskan Sherly Juwita, pramugari yang dimaksud :

Nak ...

Di ketinggian 32.000 kaki kita bertemu
Sentuhan lembut dari kulit berumur detik
Lemah, tak berdaya
Isak pertamamu nak, begitu halus ...

Kudekap dirimu dengan dekapan hangat
Berharap terganti pelukan ibumu
Kujaga dirimu dengan sepenuh jiwaku
berharap cinta dan doa kami bisa menghangatkan tubuhmu

Lihat nak ...
Menangislah nak ...
Tunjukkan pada kami, doa dan usaha kami tidak sia sia

Nak ...
Kau beri kami kegembiraan dalam keharuan
Kau menggeliat, menangis, matamu terbuka

Lihat, di atas ketinggian 32.000 kaki ...
Semua orang di sini menyelimutimu dengan doa
Menghangatkanmu dengan cinta kasih
Kami sebut Annisa Laila Juwita Sari Merpati
Prasasti bagi kami
Berharap pengikat silaturrahmi

Namun ...
Kini kau telah pergi, jauh,
Jauh lebih tinggi dari sekadar 32.000 kaki
Menghadap Sang Pencipta

Selamat jalan nak ...
28 jam kehidupanmu memberi banyak bagi kami
Kau bawakan kami, makna cinta kasih dan ketulusan
Tidurlah nak ...

Tidurlah dengan damai
Tidurlah dalam dekapan Sang Maha Rahiim
Bunda sayang kamu ...



Sherly Juwita

Selengkapnya »»  

Sabtu, 22 Desember 2012

Aku Menyebutmu Ibu



Ibu, Apa kabar ibu?? Semoga Tuhan senantiasa menjaga Engkau saat aku tak bisa di sisimu. Tuhan tau aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Walaupun mungkin aku anak yang susah diatur, tapi benar ibu, aku tak pernah luput mendo’akanmu. Aku selalu memohon Tuhan memberimu umur yang panjang & banyak barokahnya. Lalu kuselipkan do’a untukku sendiri semoga aku kelak bisa membuatmu hidup layak dan bahagia. Aku tak tau bagaimana sakitnya engkau saat melahirkanku. Ibu, aku sungguh bahagia dilahirkan dari rahim wanita penyabar sepertimu. Yang tak lelah menimangku saat tangisanku mengganggu tetangga-tetangga yang sedang tidur, yang tak mengeluh saat aku terbangun  tengah malam mengganggu tidurmu sampai akhirnya kata sayang dan tangan hangatmu melelapkanku kembali. Hangat kasihmu tiada duanya ibu.

Ibu, anakmu yang dulu tak bisa lepas dari pelukanmu kini sudah tak bisa lagi menemanimu, membantumu di sawah kita, memungut kayu bakar atau mengambilkan air seperti dulu lagi. Waktu telah menggiringku ke tempat-tempat asing untuk mencari kehidupan yang baik, tapi itu kulakukan demi engkau ibu. Aku sangat ingin membuatmu senang. Aku bahagia saat senyummu mengambang di depan pintu ketika aku pulang, lalu kuceritakan kisah-kisahku di sini, dan kupersembahkan apa yang bisa kuberikan untukmu. Lalu biasanya aku tertidur, bukan karena aku lelah, tapi sungguh damai terlelap setelah melihat sesungging senyummu ibu.
Ibu, Aku selalu percaya, do’amu juga tak pernah berhenti untukku. Dan aku yakin do’a kita bertemu di suatu tempat & suatu saat pasti akan menjadi nyata. Aamiin.
Aku menyebutmu ibu, karena kau yang bertaruh nyawa melahirkanku.
Aku menyebutmu ibu, karena kau yang member kasih saying untukku tanpa keluh kesah.
Aku menyebutmu ibu, karena kau orang yang paling khawatir saat tubuhku tak seprti biasa.
Aku menyebutmu ibu, karena kau yang paling mengerti tanpa aku harus berkata.
Aku menyebutmu ibu karena kau malaikat yang selalu menjagaku dari panasnya terik matahari & dinginnya hujan.
Aku menyebutmu ibu, karena kau harta paling berharga dalam kehidupanku.
Sejauh apapun aku pergi, sebanyak apapun aku mengenal manusia, sebanyak apapun harta yang kudapat, ibuku tetaplah satu.
Aku sadar ibu, nyawaku pun takkan bisa mengganti jasa & kasih sayangmu kepadaku. Betapa Tinnginya derajatmu di hadapan Tuhan.
Ibu, tenanglah terimakasih untuk selama ini, kau adalah ibu terbaik di dunia ini. Biarlah Tuhan anugerahkan rasa Rindu ini sebagai pengingat kita, sejatinya hati kita tak pernah berpisah. Inginku saat ini hanya membahagiakanmu, Cuma itu. Baik-baik di rumah, tak lama lagi anakmu akan pulang. Bayangkanlah aku menjabat & mencium tanganmu. Selamat hari Ibu. Allohummaghfirlii Dzunubii, waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaani soghiiroo.aamiin.
Selengkapnya »»